News Lalabata – Musim kemarau panjang yang melanda sejumlah wilayah di Kabupaten Soppeng, Sulawesi Selatan, mulai menimbulkan dampak serius bagi warga. Menghadapi kondisi tersebut, Bhabinkamtibmas Desa Lalabata, Bripka Andi Rasyid, mengambil langkah cepat dengan mengajak masyarakat bergotong royong membangun sumur air bersih sebagai solusi jangka panjang menghadapi kekeringan.

Kegiatan gotong royong ini dilakukan di Dusun Tellulimpoe, Kamis (16/10/2025), dengan melibatkan aparat desa, Babinsa, serta puluhan warga setempat. Inisiatif ini mendapat apresiasi luas karena menjadi bukti nyata hadirnya Polri yang humanis dan peduli terhadap kebutuhan masyarakat.
Baca Juga ; Sertifikat Transmigran Tertunda 38 Tahun Tuntas, Capaian 1 Tahun Pemerintahan Prabowo
“Kami tidak bisa hanya menunggu bantuan datang. Karena air adalah kebutuhan utama, kami bersama warga berinisiatif membuat sumur bor sederhana agar masyarakat tetap bisa mendapat pasokan air bersih,” ujar Bripka Andi Rasyid di lokasi kegiatan.
Kekeringan Sebabkan Warga Kesulitan Air Bersih
Sejak awal Oktober 2025, wilayah Lalabata mengalami penurunan drastis debit air, menyebabkan sebagian sumur warga kering dan sulit digunakan. Warga terpaksa membeli air galon untuk kebutuhan sehari-hari, yang tentu saja memberatkan ekonomi keluarga.
Melihat kondisi tersebut, Bhabinkamtibmas bersama pemerintah desa mengidentifikasi titik-titik potensial untuk pengeboran sumur baru. Setelah dilakukan survei sederhana, lokasi Dusun Tellulimpoe dipilih karena memiliki cadangan air tanah yang cukup baik.
“Kami berharap sumur ini bisa dimanfaatkan oleh warga sekitar, terutama saat musim kemarau panjang seperti sekarang,” tambah Andi Rasyid.
Sinergi dengan Pemerintah Desa dan Babinsa
Kepala Desa Lalabata, Muh. Tahir, mengapresiasi peran aktif Bhabinkamtibmas dalam mendorong kepedulian sosial di tengah masyarakat. Menurutnya, kolaborasi antara aparat keamanan dan pemerintah desa menjadi kunci keberhasilan program ini.
“Kami berterima kasih kepada Pak Bhabin yang sudah menggerakkan warga. Ini bukti bahwa aparat Polri tidak hanya menjaga keamanan, tapi juga berperan dalam solusi sosial,” ujarnya.
Selain membantu menggali sumur, warga juga bergotong royong membuat saluran air dan menyiapkan tandon penampungan untuk memastikan distribusi air merata ke rumah-rumah warga.
Wujud Polri Presisi yang Peduli dan Humanis
Kegiatan ini sejalan dengan program Polri Presisi (Prediktif, Responsibilitas, dan Transparansi Berkeadilan) yang menekankan pentingnya kehadiran polisi dalam membantu masyarakat menghadapi persoalan sosial.
Bripka Andi Rasyid berharap kegiatan semacam ini dapat terus berlanjut dan menjadi contoh bagi desa-desa lain yang mengalami permasalahan serupa. “Kami ingin menunjukkan bahwa Polri bukan hanya penegak hukum, tetapi juga sahabat dan penolong masyarakat,” ujarnya.
Harapan Warga dan Keberlanjutan Program
Warga Lalabata menyambut gembira upaya gotong royong ini. Salah satu warga, Ibu Rahma (47), mengatakan bahwa sumur baru tersebut menjadi harapan besar di tengah kemarau yang tak kunjung usai.
“Sudah dua bulan kami kesulitan air. Sekarang berkat bantuan Bhabin dan warga, insyaallah kami bisa kembali punya sumber air sendiri,” katanya dengan rasa syukur.
Dengan semangat kebersamaan, kegiatan ini membuktikan bahwa kerja sama antara aparat dan masyarakat dapat menjadi solusi nyata dalam menghadapi bencana kekeringan sekaligus memperkuat ikatan sosial dan solidaritas di tingkat desa.








