News Lalabata – Nama Ikrar Eran Batu belakangan menjadi sorotan publik setelah resmi menjabat sebagai Ketua DPRD Enrekang periode 2024–2029. Politisi muda ini dikenal luas di kalangan masyarakat sebagai figur sederhana, komunikatif, dan punya kepedulian tinggi terhadap isu-isu kerakyatan. Sebelum terjun ke dunia politik, Ikrar aktif dalam berbagai organisasi kepemudaan dan kemasyarakatan di Enrekang, yang membentuk gaya kepemimpinan humanis namun tetap tegas dalam mengambil keputusan.

Gaya Kepemimpinan Dekat dengan Rakyat
Baca Juga :Pemkot Makassar dan PT Pertamina Sepakat Kembangkan Ecoeduwisata Mangrove
Sejak dilantik, Ikrar kerap turun langsung menemui warga di desa-desa, mendengar aspirasi terkait infrastruktur, pendidikan, hingga akses layanan kesehatan. Gaya kepemimpinannya yang terbuka membuatnya cepat diterima masyarakat sebagai representasi suara rakyat di kursi DPRD. Ia menegaskan bahwa jabatan bukan untuk gaya hidup mewah, melainkan amanah untuk memperjuangkan kebutuhan daerah.
Kontroversi Pengadaan Perabot Rumah Tangga
Isu hangat yang sempat muncul pada awal kepemimpinannya adalah rencana pengadaan perabot rumah tangga di DPRD Enrekang. Rencana ini mendapat sorotan karena dinilai tidak mendesak di tengah kebutuhan anggaran yang lebih besar untuk pembangunan daerah. Publik mempertanyakan urgensi pengadaan tersebut, mengingat kondisi ekonomi masyarakat yang masih beradaptasi pasca-pandemi dan kebutuhan mendesak lain seperti perbaikan infrastruktur desa.
Keputusan Sekwan Membatalkan Pengadaan
Merespons dinamika itu, Sekretariat Dewan (Sekwan) akhirnya membatalkan pengadaan perabot rumah tangga tersebut. Keputusan ini mendapat apresiasi dari berbagai pihak, termasuk dari Ketua DPRD sendiri, Ikrar Eran Batu. Ia menegaskan bahwa DPRD harus menjadi contoh dalam penggunaan anggaran yang transparan, akuntabel, dan berpihak pada rakyat. “Kita tidak boleh memberi kesan bahwa DPRD lebih mementingkan kenyamanan fasilitas daripada kepentingan masyarakat luas,” tegasnya.
Komitmen Transparansi dan Arah ke Depan
Ikrar menekankan bahwa pembatalan pengadaan tersebut adalah bukti nyata komitmen DPRD Enrekang dalam mengedepankan kepentingan publik. Ia mendorong agar anggaran yang semula dialokasikan untuk pengadaan dapat dialihkan ke program prioritas, seperti peningkatan kualitas pendidikan, kesehatan, dan pengembangan ekonomi lokal. Transparansi anggaran menjadi salah satu fokus utama di bawah kepemimpinannya.
Harapan dan Tantangan
Sebagai Ketua DPRD Enrekang, Ikrar Eran Batu dihadapkan pada tantangan besar untuk menjaga integritas lembaga legislatif sekaligus memperkuat kepercayaan masyarakat. Figur mudanya memberi energi baru bagi DPRD, namun ekspektasi publik juga tinggi. Dengan pengalaman organisasi dan komitmen yang ia tunjukkan, Ikrar berpotensi membawa DPRD Enrekang lebih dekat dengan rakyat sekaligus memperkuat fungsi pengawasan dan legislasi.








