, ,

Gurutta Menag Lanjutkan Safari Spiritual ke Makam Puang Ramma Tambua Usai Agenda Kota Waqaf Maros

by -1161 Views

News Lalabata Usai menghadiri peresmian Kota Waqaf di Kabupaten Maros, Menteri Agama (Menag) RI, yang akrab disapa Gurutta Menag, melanjutkan agenda spiritualnya dengan ziarah ke makam tokoh tarikat ternama, Puang Ramma Tambua, di Kabupaten Maros, Sulawesi Selatan, Jumat (4/10/2025).

Safari Ramadan, Ketua DPRD : Mari Kita Tingkatkan Ibadah di Bulan Suci -  Gemati Warta
Gurutta Menag Lanjutkan Safari Spiritual ke Makam Puang Ramma Tambua Usai Agenda Kota Waqaf Maros

Kunjungan tersebut menjadi bagian dari rangkaian kegiatan Kementerian Agama dalam memperkuat nilai-nilai keislaman, tradisi spiritual, dan penghormatan terhadap ulama yang telah berperan penting dalam penyebaran ajaran Islam di Nusantara, khususnya di Tanah Bugis-Makassar.

Baca Juga ;Dulu Lahir dan Besar di Sulsel, Pria 66 Tahun Itu Pulang Kampung sebagai Menteri

ukan hanya bentuk penghormatan, tapi juga pengingat bagi kita semua agar menjaga warisan spiritual dan nilai dakwah yang telah ditanamkan oleh para ulama terdahulu,” ujar Gurutta Menag usai berziarah.


Puang Ramma Tambua, Ulama Karismatik Tarikat Khalwatiyah

Puang Ramma Tambua dikenal sebagai salah satu tokoh tarikat Khalwatiyah yang berpengaruh di Sulawesi Selatan. Ia berperan besar dalam mengembangkan dakwah berbasis tasawuf dan pendidikan Islam di wilayah pesisir Maros hingga Pangkep pada abad ke-20.

Bagi masyarakat setempat, makam Puang Ramma Tambua bukan hanya tempat berziarah, tetapi juga simbol kearifan lokal dan spiritualitas Bugis-Makassar yang berpadu dengan ajaran Islam moderat.

“Beliau adalah sosok yang menanamkan ajaran ketulusan, kesederhanaan, dan kedekatan dengan Allah. Banyak muridnya yang kemudian menjadi guru agama di berbagai daerah,” ungkap salah satu tokoh masyarakat Maros, H. Arsyad, saat ditemui di lokasi ziarah.


Menag Ajak Generasi Muda Kenali Warisan Ulama Lokal

Dalam kesempatan tersebut, Gurutta Menag mengajak masyarakat, khususnya generasi muda. Untuk mengenal sejarah ulama lokal dan tokoh tarikat sebagai bagian dari khazanah Islam Nusantara. Ia menegaskan bahwa menghargai ulama masa lalu adalah bagian dari menjaga jati diri bangsa yang berakar pada nilai keagamaan dan kebudayaan.

“Kita perlu meneladani semangat para ulama seperti Puang Ramma Tambua yang berdakwah dengan ilmu, keteladanan, dan kasih sayang. Inilah wajah Islam rahmatan lil ‘alamin yang harus terus kita rawat,” ujarnya.


Dari Kota Waqaf Menuju Kebangkitan Spiritual

Sebelumnya, Gurutta Menag menghadiri peresmian Kota Waqaf di Maros, yang menjadi pilot project pengelolaan aset wakaf produktif berbasis masyarakat. Program ini diharapkan dapat memberdayakan ekonomi umat sekaligus memperkuat peran lembaga keagamaan di tingkat lokal.

Kegiatan ziarah ke makam Puang Ramma Tambua kemudian menjadi penutup agenda spiritual Menag di Sulsel. Sebelum melanjutkan kunjungan kerja ke Kabupaten Gowa dan Bone.

“Maros memiliki sejarah panjang dalam dunia tasawuf dan pergerakan Islam. Dengan menghormati tokoh seperti Puang Ramma Tambua, kita menjaga kesinambungan dakwah dan tradisi keilmuan Islam di Sulawesi Selatan,” tutur Gurutta Menag.


Kesimpulan

Ziarah Gurutta Menag ke makam Puang Ramma Tambua di Maros menjadi momentum penting. Dalam menghidupkan nilai-nilai spiritual dan penghargaan terhadap warisan ulama lokal. Kegiatan ini sekaligus menegaskan komitmen Kementerian Agama untuk memperkuat hubungan antara agama, budaya, dan kemanusiaan di tengah dinamika modernitas.

telkomsel

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

No More Posts Available.

No more pages to load.