, ,

Isu Imunisasi Terpinggirkan di Media: AJI Lalabata Minta Redaksi Lebih Peduli

by -687 Views

News Lalabata – Aliansi Jurnalis Independen (AJI) menyoroti rendahnya intensitas pemberitaan media mengenai imunisasi, terutama jika dibandingkan dengan isu politik dan korupsi yang cenderung mendominasi ruang redaksi. Temuan ini mencuat dalam diskusi publik bertajuk “Kesehatan Publik dan Peran Media” yang digelar AJI Lalabata, Senin (24/11), di mana para jurnalis, akademisi, dan pegiat kesehatan membahas peran strategis media dalam meningkatkan kesadaran masyarakat.

KEGIATAN IMUNISASI DI DESA PERK SUNGAI PARIT – puskesmas SUNGAI PARIT
Isu Imunisasi Terpinggirkan di Media: AJI Lalabata Minta Redaksi Lebih Peduli

Isu Kesehatan Kurang Mendapat Panggung Media

Ketua AJI Lalabata, dalam paparannya, menyatakan bahwa imunisasi merupakan isu vital untuk keselamatan publik, namun jumlah pemberitaan mengenai topik ini masih sangat minim. “Setiap hari masyarakat disajikan kabar politik dan korupsi, sementara informasi soal imunisasi yang berpengaruh langsung pada keselamatan anak dan keberlangsungan hidup masyarakat jarang masuk ke headline,” ujarnya.

Baca Juga : Dulu Sopir, Kini Pemuda 45 Tahun Itu Dianugerahi Dwija Praja Nugraha Penghargaan Tinggi PGRI

Ia menjelaskan, data pemantauan AJI terhadap 10 media lokal selama tiga bulan terakhir menunjukkan bahwa topik imunisasi hanya mendapat porsi 4–6 persen dari total pemberitaan. Sebaliknya, isu politik mencapai lebih dari 40 persen dan kasus korupsi sekitar 25 persen.

Minimnya pemberitaan dinilai dapat berdampak pada rendahnya tingkat kesadaran masyarakat, terlebih di daerah dengan akses informasi terbatas. AJI menegaskan bahwa peran media sangat penting dalam mendorong keberhasilan program pemerintah, termasuk imunisasi dasar dan lanjutan.


Kurangnya Liputan Bukan Berarti Tidak Penting

AJI menegaskan minimnya pemberitaan bukan berarti imunisasi tidak penting. Menurut mereka, beberapa redaksi cenderung menganggap isu kesehatan “kurang seksi” atau tidak menarik minat pembaca. Pola pikir tersebut perlu diubah karena informasi kesehatan justru menyentuh kehidupan masyarakat secara langsung.

Sejumlah peserta diskusi juga menyoroti bahwa tantangan liputan kesehatan salah satunya adalah kurangnya akses data yang mudah dipahami. Banyak jurnalis kesulitan memperoleh informasi detail mengenai capaian imunisasi, cakupan vaksin, hingga kendala lapangan. AJI mendorong pemerintah daerah dan fasilitas kesehatan lebih terbuka agar jurnalis dapat menyampaikan informasi yang akurat.


Peran Jurnalis Diperlukan untuk Tangkal Hoaks

AJI Lalabata turut menekankan pentingnya peran jurnalis dalam menangkal hoaks terkait imunisasi. Masih banyak informasi keliru yang beredar, terutama di media sosial, mengenai keamanan vaksin atau dampak samping yang sebenarnya tidak terbukti. Minimnya pemberitaan media arus utama membuat masyarakat lebih mudah terpengaruh narasi menyesatkan.

“Jika jurnalis aktif melakukan liputan imunisasi, masyarakat akan memperoleh informasi yang benar dan mudah dipahami. Ini penting untuk melawan hoaks,” kata salah satu narasumber dari Dinas Kesehatan setempat.


AJI Dorong Media Perkuat Liputan Kesehatan Publik

Sebagai tindak lanjut, AJI Lalabata mendorong media lokal untuk memperbanyak liputan edukatif terkait imunisasi, kesehatan ibu dan anak, serta isu kesehatan publik lainnya. AJI menganggap perlindungan kesehatan masyarakat merupakan bagian dari tanggung jawab sosial media.

AJI juga berencana mengadakan pelatihan jurnalistik kesehatan bagi jurnalis muda, agar mereka lebih siap mengolah data, melakukan verifikasi informasi, dan menyajikan laporan mendalam mengenai imunisasi.

“Imunisasi adalah upaya menyelamatkan generasi. Media harus hadir dan ikut memperkuat edukasinya,” tegas AJI Lalabata.

Dengan peningkatan pemberitaan, AJI berharap masyarakat semakin memahami pentingnya imunisasi dan angka cakupan vaksinasi dapat meningkat secara signifikan.

telkomsel

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

No More Posts Available.

No more pages to load.