, ,

Kelangkaan BBM di Bone, Warga Keluhkan Antrean Panjang, Wabup Turun Sidak

by -1600 Views

News Lalabata – Warga Kabupaten Bone kembali mengeluhkan kelangkaan bahan bakar minyak (BBM) yang sudah terjadi beberapa hari terakhir. Kondisi ini memicu antrean panjang kendaraan di sejumlah SPBU (Stasiun Pengisian Bahan Bakar Umum). Menanggapi keresahan masyarakat, Wakil Bupati (Wabup) Bone turun langsung melakukan inspeksi mendadak (sidak) ke lapangan.

Lija Arsita Mengeluh, BBM di Belitung Timur Langka, DPRD Saran Tambah  Pasokan - Posbelitung.co
Kelangkaan BBM di Bone, Warga Keluhkan Antrean Panjang, Wabup Turun Sidak

Antrean Panjang di SPBU Bone

Baca Juga :Nakes Sukarela Bone Bongkar Dugaan Pemotongan Dana Perjalanan Dinas: Sudah Minim Dipotong Lagi!

Sejumlah SPBU di Kabupaten Bone dipadati kendaraan roda dua hingga roda empat sejak pagi hari. Warga rela antre berjam-jam demi mendapatkan BBM, terutama jenis Pertalite dan Solar yang disebut-sebut paling sulit ditemukan.
“Sudah antre dua jam, tapi belum tentu kebagian. Ini sangat mengganggu aktivitas kami sehari-hari,” keluh salah seorang sopir angkutan umum.

Wabup Bone Turun Sidak

Melihat situasi yang semakin meresahkan, Wabup Bone bersama tim dari Dinas Perdagangan dan aparat kepolisian melakukan sidak ke beberapa SPBU. Dalam sidak tersebut, Wabup memeriksa langsung stok BBM, distribusi, serta sistem antrean.
“Kami ingin memastikan tidak ada penimbunan dan distribusi berjalan sesuai aturan. Pemerintah akan segera berkoordinasi dengan Pertamina untuk mencari solusi cepat,” ujar Wabup Bone.

Dugaan Penyebab Kelangkaan

Menurut keterangan sementara dari pihak SPBU, kelangkaan disebabkan oleh keterlambatan pasokan BBM dari terminal distribusi. Selain itu, meningkatnya kebutuhan masyarakat pasca musim panen turut memperparah kondisi antrean.
Meski demikian, aparat kepolisian masih melakukan pemantauan guna mengantisipasi adanya praktik kecurangan seperti penimbunan maupun penyalahgunaan BBM subsidi.

Dampak ke Aktivitas Ekonomi

Kelangkaan BBM berdampak langsung pada aktivitas ekonomi warga Bone. Sopir angkot dan ojek online mengaku mengalami kerugian karena harus antre berjam-jam sebelum bisa kembali beroperasi. Nelayan pun mengeluhkan kesulitan melaut akibat keterbatasan bahan bakar.
“Kalau begini terus, penghasilan kami makin berkurang. Kami berharap pemerintah segera menormalkan pasokan BBM,” kata seorang nelayan di Kecamatan Tanete Riattang.

Upaya Pemerintah Daerah

Pemerintah Kabupaten Bone berjanji akan segera mengirimkan laporan resmi ke Pertamina dan pemerintah provinsi agar pasokan BBM diperbanyak. Selain itu, aparat juga diperintahkan memperketat pengawasan di SPBU untuk memastikan distribusi tepat sasaran.
“Kami tidak ingin warga terus dirugikan. Pemerintah akan bekerja sama dengan semua pihak agar kelangkaan ini segera teratasi,” tegas Wabup Bone.

Kesimpulan

Kelangkaan BBM di Bone yang memicu antrean panjang menjadi persoalan serius yang harus segera ditangani. Dengan sidak langsung dari Wabup Bone dan langkah koordinasi dengan Pertamina, diharapkan pasokan BBM kembali normal sehingga aktivitas masyarakat dan perekonomian tidak lagi terganggu.

telkomsel

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

No More Posts Available.

No more pages to load.