,

Lembata Gelar Gerakan Bersih Kali Menanti Hujan

by -1816 Views

News Lalabata – Pemerintah Kabupaten Lembata, Nusa Tenggara Timur (NTT), kembali menunjukkan komitmennya dalam menjaga kelestarian lingkungan melalui aksi bersih-bersih kali yang bertajuk “Menanti Hujan”. Gerakan ini dilaksanakan di sekitar Pasar TPI Lewoleba, melibatkan ratusan anggota Pramuka dari berbagai sekolah SD, SMP, dan SMA, serta masyarakat setempat yang bekerja sama dengan penuh semangat gotong royong.

Dorong Gerakan Sungai Bersih, Pemkab Banyuwangi Gelar Festival Kali Bersih  - News Liputan6.com
Lembata Gelar Gerakan Bersih Kali Menanti Hujan

Bupati Lembata, P. Kanisius Tuaq, turut turun langsung dalam kegiatan ini, bersama jajaran pemerintah daerah untuk membersihkan sampah, mengangkat endapan di aliran air, serta menata lingkungan kali yang selama ini rawan penumpukan sampah. Dalam sambutannya, Bupati Kanisius menegaskan bahwa kegiatan ini lebih dari sekadar pembersihan biasa. “Ini adalah langkah preventif kita dalam menghadapi musim hujan, yang dapat membawa dampak buruk jika sungai-sungai dan kali dipenuhi sampah dan endapan,” ujar Bupati Kanisius.

Aksi Bersih-Bersih Kali Menanti Hujan

Gerakan Menanti Hujan dimaksudkan untuk mempersiapkan lingkungan Kabupaten Lembata agar lebih siap menghadapi musim hujan yang bisa berisiko menimbulkan banjir dan masalah sanitasi lainnya. Dalam aksi ini, warga bersama anggota Pramuka membersihkan sungai dan kali yang mengalir di sekitar Pasar TPI Lewoleba, yang dikenal sering kali terhambat karena penumpukan sampah dan endapan tanah.

Kegiatan tersebut juga mencakup penataan area kali, seperti pembenahan saluran air dan pemilahan sampah yang bisa didaur ulang. Aksi gotong royong ini bertujuan agar aliran air tetap lancar, sehingga dapat mencegah banjir saat curah hujan tinggi datang.

Baca Juga : Lembata Launching Program Pembelian Sampah Bernilai Ekonomi

Keterlibatan Generasi Muda dalam Pelestarian Lingkungan

Salah satu aspek penting dari gerakan ini adalah keterlibatan generasi muda, khususnya anggota Pramuka dari berbagai sekolah. Para pelajar ini tidak hanya terlibat dalam pembersihan fisik, tetapi juga dilibatkan dalam sosialisasi kepada masyarakat tentang pentingnya menjaga kebersihan lingkungan, terlebih di musim hujan yang rentan terhadap bencana.

Kepala Kwartir Cabang Pramuka Lembata, Yusuf Landa, menyampaikan apresiasi terhadap pelaksanaan kegiatan ini. “Gerakan seperti ini memberikan pemahaman lebih kepada anak-anak muda tentang pentingnya kelestarian lingkungan. Mereka tidak hanya berperan dalam menjaga kebersihan, tetapi juga menjadi agen perubahan yang menyebarkan kesadaran kepada orang lain,” ujar Yusuf.

Langkah Preventif Hadapi Musim Hujan

Bupati Lembata menegaskan bahwa gerakan ini adalah bagian dari langkah preventif untuk mengatasi potensi bencana yang sering kali terjadi akibat sampah yang menumpuk di saluran air. Selain itu, kegiatan ini juga bertujuan untuk menumbuhkan rasa tanggung jawab bersama dalam menjaga lingkungan agar tetap bersih, sehat, dan nyaman dihuni.

“Kami tidak hanya ingin mempersiapkan fisik lingkungan, tetapi juga mengajak masyarakat untuk lebih peduli terhadap kebersihan dan kelestarian lingkungan, yang akan berdampak pada kualitas hidup kita semua,” jelas Bupati Kanisius.

Kolaborasi Masyarakat dan Pemerintah

Gerakan bersih-bersih kali ini tidak hanya melibatkan instansi pemerintah, tetapi juga masyarakat setempat. Kolaborasi antara pemerintah daerah, Pramuka, dan masyarakat menjadi kunci keberhasilan dari kegiatan ini. Dengan adanya partisipasi aktif dari berbagai pihak, diharapkan lingkungan Lembata dapat lebih terlindungi dari potensi bencana, serta tercipta kesadaran kolektif untuk menjaga kebersihan sepanjang tahun.

Kesimpulan

Gerakan Menanti Hujan yang digelar oleh Pemkab Lembata menjadi contoh nyata dari komitmen pemerintah dalam menjaga kebersihan dan kelestarian lingkungan melalui aksi nyata. Dengan melibatkan Pramuka dan masyarakat setempat, gerakan ini tidak hanya bertujuan untuk mencegah bencana, tetapi juga menumbuhkan kesadaran lingkungan yang berkelanjutan. Gotong royong menjadi kunci dalam mewujudkan Lembata yang lebih bersih, sehat, dan siap menghadapi musim hujan.

telkomsel

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

No More Posts Available.

No more pages to load.