News Lalabata – Momen kebersamaan dan syukur masyarakat Desa Lalabata, Kecamatan Tanete Rilau, Kabupaten Barru, kembali reflektif dalam perhelatan Mappadenda 2025. Acara tahunan ini semakin semarak berkat suguhan atraksi pencak silat tanpa senjata (tradisi Mammenca’) dan musik tradisional khas yang menggetarkan hati, menegaskan betapa kuatnya akar budaya lokal yang diwariskan secara turun-temurun

Pencak Silat Harmonis Tanpa Senjata
Baca Juga : Perwira Polri Penerima Beasiswa LPDP Ikuti Upacara HUT RI ke-80 di London
Salah satu tontonan utama adalah penampilan pencak silat tradisional Bugis, yang dulu menggunakan senjata seperti pedang atau parang, namun kini dikembangkan menjadi bentuk atraksi tanpa benda tajam—sebagai bentuk kesadaran terhadap prinsip hak asasi manusia. Aksi saling adu gerakan dan tenaga ini dilakukan oleh warga lokal—termasuk para remaja—dengan disiplin tinggi dan sorakan semangat dari penonton.
Musik Tradisional Sebagai Iringan Utama
Menambah keindahan suasana, musik tradisional khas Mappadendang mengiringi setiap gerak pencak silat. Tabuhan Alluddangeng dipadupadankan dengan irama Padduppa, menciptakan harmoni suara yang mendalam dan sarat nilai budaya. Musik ini dikomposisikan secara estetik dan dijadikan bagian integral dari ritus syukuran panen.
Nilai Sosial dan Spirit Tradisi
Sebagai pesta panen, Mappadenda bukan hanya ritus sakral, tetapi juga simbol kebersamaan lintas generasi. Tema “Dengan Penyelenggaraan Mappadendang Kita Satukan Tekad Kebersamaan dalam bentuk kesyukuran dan Rasa mencintai Kebudayaan Lokal” pernah diangkat dalam festival tahun-tahun sebelumnya dan masih relevan hingga saat ini. Perayaan ini mencerminkan nilai seperti tanggung jawab, harmoni hidup, dan tolérance—nilai-nilai yang menjadi tulang punggung komunitas lokal
Dukungan Pemerintah Setempat
Festival Mappadendang selalu mendapat apresiasi tinggi dari Pemerintah Kabupaten Barru. Bupati Barru secara konsisten hadir dalam perhelatan budaya ini sebagai bentuk dukungan terhadap pelestarian tradisi dan rasa syukur atas hasil panen yang melimpah
Penutup
Mappadenda 2025 di Desa Lalabata tak hanya menjadi festival panen biasa. Ia adalah ajang afirmasi budaya yang meneguhkan warisan identitas dan makna kolektif bangsa. Atraksi pencak silat yang disiplin dan harmoni musik tradisional menguatkan pesan bahwa nilai-nilai luhur dan kekayaan seni tradisional tetap hidup—selama ada komunitas yang menjaganya. Acara ini adalah undangan tulus bagi generasi muda untuk terus merawat budaya, membangun komunitas. Dan menyongsong masa depan dengan penuh kebanggaan.










