News Lalabata – Penemuan kerangka manusia di dalam sebuah pohon aren di sebuah desa di Indonesia membuat publik geger. Setelah melalui proses identifikasi lebih dari sepekan, polisi akhirnya memastikan bahwa kerangka tersebut adalah milik Yuda Prawira, seorang pemuda yang dilaporkan hilang beberapa waktu lalu. Berikut enam fakta terbaru mengenai penemuan yang menggemparkan ini.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/sumsel/foto/bank/originals/Kerangka-manusia-yang-ditemukan-di-dalam-batang-pohon-aren-di-Kabupaten-Serdang-Beda.jpg)
1. Ditemukan Secara Tidak Sengaja oleh Petani Aren
Kerangka manusia pertama kali ditemukan oleh seorang petani yang tengah menurunkan nira dari pohon aren. Ia mencium bau tidak biasa dan melihat adanya celah pada batang pohon. Saat diperiksa lebih dekat, ia menemukan tulang belulang di bagian rongga batang yang membusuk. Penemuan ini langsung dilaporkan kepada aparat desa.
Baca Juga : Pendaftaran Ketua RT/RW di Makassar Dibuka Hari Ini, Cek Jadwal Lengkapnya!
2. Kondisi Kerangka Sudah Sangat Rapuh
Ketika tim Inafis Polres setempat tiba di lokasi, mereka menemukan kerangka dalam kondisi rapuh dan terpecah di beberapa bagian. Pohon aren yang memiliki rongga besar di dalam batangnya diduga menjadi tempat jasad tersebut tersangkut selama berbulan-bulan. Proses evakuasi pun dilakukan dengan sangat hati-hati.
3. Identitas Dipastikan Melalui Pemeriksaan Gigi dan Barang Pribadi
Awalnya polisi kesulitan memastikan identitas karena kondisi tulang yang rusak. Namun, pemeriksaan gigi serta pecahan pakaian, gelang karet, dan serpihan ponsel yang ditemukan di sekitar tubuh menjadi petunjuk kuat. Keluarga Yuda Prawira kemudian diundang untuk mencocokkan barang-barang tersebut dan hasilnya sesuai.
4. Yuda Dilaporkan Hilang Dua Bulan Lalu
Berdasarkan keterangan keluarga, Yuda Prawira terakhir terlihat dua bulan lalu saat pamit pergi untuk bekerja membantu rekannya di kebun. Setelah itu, ia tidak pernah kembali dan ponselnya tidak bisa dihubungi. Keluarga sempat melakukan pencarian, namun tak menemukan jejak apa pun di sekitar lokasi yang kini menjadi TKP.
5. Tidak Ditemukan Tanda Kekerasan pada Kerangka
Hasil pemeriksaan awal tim forensik tidak menemukan tanda-tanda kekerasan pada tulang. Polisi menduga Yuda terjatuh atau terpeleset saat melintas di area kebun yang cukup curam, kemudian tersangkut di rongga pohon aren yang memang memiliki celah alami. Namun, penyebab pasti kematian masih menunggu hasil autopsi lanjutan.
6. Polisi Masih Dalami Dugaan Kecelakaan
Kapolsek setempat menyatakan bahwa pihak kepolisian belum menutup kemungkinan adanya unsur lain, termasuk kelalaian ataupun faktor lingkungan. “Kami masih mengumpulkan keterangan saksi dan melakukan olah TKP lanjutan. Dugaan sementara adalah kecelakaan, namun semua kemungkinan tetap terbuka,” ujarnya.
Penemuan kerangka Yuda Prawira di dalam pohon aren menjadi peringatan akan pentingnya keselamatan saat bekerja di area hutan dan perkebunan. Keluarga kini berharap hasil pemeriksaan lengkap segera keluar agar misteri kematian Yuda dapat terungkap sepenuhnya.










