, ,

Pemprov Sulsel Usul Aksara Lontara Masuk Kurikulum Sekolah Rakyat

by -921 Views

News Lalabata — Pemerintah Provinsi Sulawesi Selatan (Pemprov Sulsel) mengusulkan agar Aksara Lontara dimasukkan sebagai materi pembelajaran khusus di Sekolah Rakyat yang tersebar di berbagai daerah. Langkah ini merupakan bagian dari upaya pelestarian budaya lokal dan penguatan identitas masyarakat Sulsel di tengah arus modernisasi dan globalisasi.

Pemprov Sulsel Usul Aksara Lontara Jadi Pembelajaran Khusus di Sekolah  Rakyat - Tribun-timur.com
Pemprov Sulsel Usul Aksara Lontara Masuk Kurikulum Sekolah Rakyat

Penjabat Gubernur Sulsel, Zudan Arif Fakrulloh, mengatakan pengenalan dan pengajaran Aksara Lontara perlu dilakukan secara masif, terutama melalui lembaga pendidikan nonformal seperti Sekolah Rakyat. Menurutnya, sekolah-sekolah tersebut menjadi sarana efektif untuk menanamkan nilai-nilai budaya sejak dini kepada masyarakat akar rumput.

Baca Juga : Panja RKUHAP Rapat Bareng Wamenkum, Bahas 29 Kluster Masalah

“Aksara Lontara bukan sekadar huruf, tetapi simbol peradaban masyarakat Bugis-Makassar yang tinggi. Jika tidak diajarkan sejak sekarang, generasi muda bisa kehilangan jati diri budayanya,” ujar Zudan di Makassar, Selasa (12/11/2025).

Revitalisasi Bahasa dan Budaya Lokal

Program ini, kata Zudan, akan diintegrasikan dengan kurikulum lokal yang menekankan pembelajaran budaya daerah. Pemprov Sulsel tengah berkoordinasi dengan Dinas Pendidikan dan Dinas Kebudayaan untuk merancang modul pembelajaran sederhana yang mudah dipahami masyarakat dari berbagai usia.

“Kami tidak hanya ingin melestarikan Aksara Lontara sebagai warisan sejarah, tapi juga menjadikannya bagian hidup masyarakat modern. Nantinya, Sekolah Rakyat dapat menjadi ruang belajar budaya yang terbuka dan inklusif,” tambahnya.

Selain itu, pemerintah daerah juga berencana melibatkan budayawan, seniman, dan akademisi untuk menjadi pengajar atau narasumber dalam kegiatan pelatihan Aksara Lontara.

Dukungan Budayawan

Salah satu pemerhati budaya Sulsel, Dr. Baso Amir, menyambut baik inisiatif tersebut. Menurutnya, pengajaran Lontara di Sekolah Rakyat akan menjadi langkah penting untuk menyambungkan kembali generasi muda dengan akar budaya leluhurnya.

“Selama ini pembelajaran Lontara hanya terbatas di perguruan tinggi atau kegiatan adat tertentu. Kalau diajarkan di Sekolah Rakyat, masyarakat luas bisa ikut belajar dan memahami makna di balik aksara itu,” ujarnya.

Pelestarian di Era Digital

Pemprov Sulsel juga menyiapkan langkah digitalisasi naskah Lontara dan pelatihan literasi budaya berbasis teknologi. Melalui sinergi pendidikan formal, nonformal, dan digital, pemerintah berharap Lontara tidak hanya dikenang, tetapi juga digunakan kembali dalam kehidupan sehari-hari.

“Pelestarian budaya harus adaptif terhadap zaman. Lontara bisa kita kenalkan lewat aplikasi, media sosial, dan konten edukatif,” tutup Zudan.

Dengan rencana ini, Pemprov Sulsel menegaskan komitmennya menjadikan Aksara Lontara bukan hanya peninggalan sejarah, tetapi sumber kebanggaan dan pembelajaran karakter bagi generasi muda Sulawesi Selatan.

telkomsel

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

No More Posts Available.

No more pages to load.