, ,

Penemuan Sejarah di Lalabata, Artefak Purba Wallacea Ungkap Peradaban Awal

by -2211 Views

News Lalabata – Dunia arkeologi kembali digemparkan dengan penemuan artefak purba di Kabupaten Soppeng, Sulawesi Selatan. Tim peneliti dari Pusat Riset Arkeologi Nasional mengidentifikasi sebuah artefak batu di Kecamatan Lalabata yang diperkirakan berusia 1,5 juta tahun, menjadikannya temuan tertua di wilayah Wallacea.

Situs Calio, Bukti Tertua Kehadiran Manusia Purba Sejuta Tahun Silam di  Wallacea - Semua Halaman - National Geographic
Penemuan Sejarah di Lalabata, Artefak Purba Wallacea Ungkap Peradaban Awal

Penemuan ini berawal dari survei lapangan yang dilakukan sejak awal 2025 dalam rangka penelitian jejak peradaban awal di kawasan Wallacea. Artefak yang ditemukan berupa kapak genggam dari batu andesit, diduga digunakan oleh manusia purba pada masa Pleistosen Awal.

Baca Juga : Usai Lantik Sukardi Cs, Ketua Ansor Sulsel Buka Diklat Terpadu Dasar Banser Soppeng

Ketua Tim Peneliti, Dr. Andi Fadli Rahman, menjelaskan bahwa uji penanggalan menggunakan metode electron spin resonance menunjukkan artefak tersebut berusia sekitar 1,5 juta tahun. “Temuan ini bukan hanya yang tertua di Wallacea. Tetapi juga menjadi bukti kuat bahwa wilayah Sulawesi sudah dihuni manusia purba jauh lebih awal dari perkiraan sebelumnya,” ujarnya.

Signifikansi bagi Sejarah Wallacea
Wilayah Wallacea dikenal sebagai zona biogeografi unik yang memisahkan daratan Asia dan Australia, dan selama ini menjadi fokus penelitian migrasi manusia purba. Dengan penemuan di Soppeng ini. Para ahli meyakini bahwa jalur migrasi manusia purba ke Australia mungkin melalui Sulawesi dan pulau-pulau sekitarnya.

“Temuan ini akan mengubah peta penelitian arkeologi Indonesia. Bukti keberadaan manusia purba di Soppeng mengindikasikan bahwa Wallacea adalah bagian penting jalur migrasi hominin awal,” tambah Dr. Fadli.

Respon Pemerintah dan Masyarakat
Bupati Soppeng, Andi Kaswadi Razak, menyatakan kebanggaan atas penemuan ini dan berjanji akan mendukung penuh proses penelitian lanjutan. “Kami berharap situs ini dapat menjadi cagar budaya dan destinasi edukasi yang mengangkat nama Soppeng di tingkat dunia,” katanya.

Sementara itu, warga setempat menyambut gembira penemuan ini. Beberapa tokoh masyarakat bahkan mengusulkan dibangunnya museum mini untuk memamerkan replika artefak dan memberikan informasi sejarah kepada wisatawan.

Langkah Selanjutnya
Tim peneliti berencana melakukan ekskavasi lanjutan untuk menemukan artefak lain atau sisa-sisa fosil yang dapat memberikan gambaran lebih jelas mengenai kehidupan manusia purba di kawasan tersebut. Mereka juga akan berkolaborasi dengan universitas internasional untuk analisis lebih mendalam.

Dengan penemuan ini, Soppeng tak hanya dikenal sebagai daerah bersejarah dan kaya budaya. Tetapi juga sebagai salah satu titik penting perjalanan panjang manusia purba di Nusantara.

Penelitian ini diperkirakan masih akan berlangsung hingga akhir 2025. Dan para arkeolog optimis akan ada temuan-temuan lanjutan yang semakin memperkaya pemahaman kita tentang sejarah awal manusia di Wallacea.

telkomsel

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

No More Posts Available.

No more pages to load.