News Lalabata – Suasana penuh duka menyelimuti warga Kabupaten Soppeng, khususnya keluarga besar Kementerian Agama (Kemenag). Kepergian penyuluh agama senior, Husni (68) dari KUA Kecamatan Lalabata, terjadi secara mendadak saat beliau menyampaikan ceramah Zuhur di Masjid Nurul Mubin Lappae, Desa Lemba, Kecamatan Lalabata, pada Senin, 28 Juli 2025 sekitar pukul 13.00 WITA

Pada hari itu, Husni memimpin salat Zuhur, kemudian dilanjutkan dengan ceramah. Namun, di tengah penyampaian materi, beliau tiba-tiba merasa tidak enak badan, terjatuh, dan mengalami kejang-kejang. Kejadian ini sempat direkam dan videonya menjadi viral di media sosial. Meskipun segera dilarikan ke rumah sakit, Husni dinyatakan meninggal dunia saat tiba di sana
Baca Juga : Sosok 2 Bupati dan 1 Wakil Bupati Asal Sulsel Punya Jabatan di Asosiasi Pemerintahan, Eks Legislator
Wafat Saat Menyampaikan Ceramah Kemarin
Menurut Kepala Kemenag Soppeng, Afdal, Husni dikenal sebagai sosok yang sangat berdedikasi dan setia dalam menjalankan tugasnya. Beliau juga disebut sebagai pegawai terbaik dan sering menunjukkan semangat tinggi meskipun sempat menderita stroke ringan tahun sebelumnya. Setelah terapi, kondisi Husni membaik dan bahkan sempat masuk kantor di pagi hari kejadian
Tragedi Saat Berdakwah: Penyuluh Agama Husni Wafat Tengah Ceramah di Masjid Lalabata
Inisiatif pemberian penghormatan dengan upacara kedinasan telah dijadwalkan. Rencananya, jenazah almarhum akan dimakamkan secara resmi pada Selasa, 29 Juli 2025, setelah upacara pelepasan di lingkungan Kemenag SoppengRekan-rekan di KUA Kecamatan Lalabata dan keluarga mengaku sangat kehilangan, mengenang Husni sebagai figur yang baik hati, sabar, dan profesional dalam tiap tugasnya
Kemenag Soppeng Berduka, Penyuluh Agama Husni Tutup Usia Saat Ceramah Dzuhur
Momen tragis ini menyentuh banyak pihak, terutama jamaah masjid dan masyarakat sekitar yang hadir saat Husni menyampaikan ceramah. Banyak yang menyaksikan langsung momen terakhir beliau mengabdi—sebuah pengabdian yang mengiringi hingga detik-detik terakhir hayatnya.
Peristiwa ini sekaligus menjadi pengingat betapa mulianya niat seorang pendakwah yang menjalankan tugas hingga akhir hayat. Husni wafat saat tengah menjalankan tugas dakwah—sebuah akhir yang disebut sebagai husnul khatimah (akhir yang baik) oleh umat
Kesimpulan:
Tragedi husnul khatimah yang menimpa Husni sekaligus meninggalkan duka mendalam bagi Kemenag Soppeng dan masyarakat Lalabata. Kepergian beliau saat menyampaikan ceramah menjadi bukti dedikasi tinggi dalam memperjuangkan nilai keagamaan. Semoga semangat dan keteladanan Husni terus dikenang dan menjadi inspirasi bagi para penyuluh agama lainnya.










