News Lalabata — Tim Penggerak Pemberdayaan dan Kesejahteraan Keluarga (TP PKK) berkomitmen memperkuat peran perempuan dalam peningkatan ekonomi keluarga melalui pembentukan koperasi-koperasi produktif di tingkat desa dan kelurahan. Langkah ini menjadi bagian dari strategi nasional PKK dalam mendukung kemandirian ekonomi rumah tangga sekaligus mendorong pertumbuhan ekonomi masyarakat.

Ketua Umum TP PKK Pusat, Tri Tito Karnavian, menyampaikan bahwa koperasi merupakan wadah ideal bagi keluarga untuk belajar mengelola keuangan, memasarkan produk, dan memperluas jejaring usaha.
Baca Juga : Pemkab Sosialisasi Percepatan Pengembangan KDKMP
“Koperasi bukan sekadar lembaga simpan pinjam, tapi wadah pemberdayaan keluarga. Melalui koperasi, ibu-ibu bisa berperan sebagai pelaku ekonomi aktif yang menopang kesejahteraan rumah tangga,” ujar Tri Tito, Senin (3/11/2025).
Fokus pada Koperasi Produktif dan Berbasis Digital
Menurutnya, PKK kini fokus mendorong terbentuknya koperasi produktif berbasis digital, yang tidak hanya mengelola tabungan dan pinjaman, tetapi juga memasarkan produk lokal melalui platform daring.
PKK Pusat telah menyiapkan program pelatihan bagi kader di seluruh Indonesia, bekerja sama dengan Kementerian Koperasi dan UKM serta Bank Indonesia untuk memperkuat literasi keuangan dan kemampuan digital marketing.
“Kami ingin koperasi PKK punya nilai tambah. Tidak hanya untuk anggota, tapi juga untuk masyarakat sekitar, terutama UMKM rumahan,” tambahnya.
Dukungan Pemerintah Daerah
Di berbagai daerah, gerakan ini disambut antusias oleh pemerintah daerah. Salah satunya di Kabupaten Sinjai, Sulawesi Selatan, di mana PKK setempat telah merintis Koperasi PKK Sejahtera Bersama, yang menampung produk olahan pangan dan kerajinan tangan ibu-ibu rumah tangga.
Ketua TP PKK Sinjai, Andi Nurhidayah Seto, menuturkan bahwa koperasi menjadi sarana konkret pemberdayaan ekonomi keluarga.
“Melalui koperasi, ibu-ibu kini tidak hanya menabung, tetapi juga belajar mengelola usaha dan menjual produk melalui media sosial dan marketplace,” ujarnya.
Koperasi ini juga bekerja sama dengan Dinas Perdagangan dan Perindustrian dalam hal sertifikasi produk dan pengemasan agar bisa bersaing di pasar lokal maupun nasional.
Gerakan Nasional Ekonomi Keluarga
Program penguatan koperasi keluarga ini sejalan dengan Gerakan Nasional Ekonomi Keluarga (GNEK) yang dicanangkan pemerintah. Melalui sinergi dengan, program tersebut diharapkan mampu menciptakan keluarga tangguh ekonomi di tengah tantangan global dan digitalisasi ekonomi.
“Kemandirian keluarga adalah fondasi ekonomi bangsa. PKK menjadi motor penggerak untuk mewujudkan itu melalui koperasi,” tutur Tri Tito.
Harapan ke Depan
Dengan terbentuknya koperasi di setiap desa, berharap dapat membantu ribuan keluarga meningkatkan pendapatan, memperkuat solidaritas sosial, serta menumbuhkan budaya gotong royong dalam bidang ekonomi.
Langkah ini juga menjadi bukti nyata bahwa perempuan tidak hanya berperan dalam urusan rumah tangga, tetapi juga menjadi aktor penting dalam pembangunan ekonomi nasional.










