,

Remaja di Selayar Luka di Kepala Usai Diterkam Buaya, Warga Diminta Hindari Teluk Ngapaloka

by -1809 Views

News Lalabata  – Warga Dusun Ngapaloka, Desa Lowa, Kecamatan Bontosikuyu, Kabupaten Kepulauan Selayar, digegerkan dengan insiden serangan buaya terhadap seorang remaja pada Selasa pagi (7/10/2025).

Warga Inhil diterkam buaya saat cuci kepiting di sungai - ANTARA News Riau  - Berita Terkini Riau Pekanbaru
Remaja di Selayar Luka di Kepala Usai Diterkam Buaya, Warga Diminta Hindari Teluk Ngapaloka

Korban bernama Rifaldi (16), warga setempat, mengalami luka di bagian kepala dan bahu setelah diterkam buaya saat sedang mandi di tepi Teluk Ngapaloka. Beruntung, nyawanya selamat setelah berhasil melepaskan diri dengan bantuan warga yang mendengar teriakannya.

Baca Juga : Mantan Pekerja Seks di Makassar Aktif Organisasi hingga Edukasi Bahaya HIV

Korban langsung dievakuasi ke Puskesmas Bontosikuyu untuk mendapat perawatan medis. Berdasarkan pemeriksaan awal, Rifaldi mengalami luka robek cukup dalam di bagian kepala dan bahu akibat gigitan buaya.


Diduga Buaya Masuk ke Teluk karena Perubahan Arus Laut

Warga menduga buaya tersebut masuk ke Teluk Ngapaloka karena perubahan arus laut dan berkurangnya sumber makanan alami di habitatnya. Dalam beberapa bulan terakhir, warga setempat juga beberapa kali melihat buaya menampakkan diri di sekitar pesisir.

“Sudah dua kali warga melihat buaya berukuran besar di teluk ini, tapi baru kali ini menyerang manusia,” ujar Hasan Dg Lampa, salah satu warga.

Menanggapi kejadian ini, BPBD Kepulauan Selayar bersama Balai Konservasi Sumber Daya Alam (BKSDA) segera turun ke lokasi untuk melakukan pemantauan dan memberi peringatan kepada warga.

“Kami imbau warga untuk tidak mandi, memancing, atau beraktivitas di sekitar Teluk Ngapaloka dulu sampai situasi benar-benar aman,” kata Kepala BPBD Selayar, Andi Dahrum, dalam keterangannya.


Langkah Pencegahan dan Pemantauan

Tim gabungan dari BPBD, aparat desa, dan relawan masyarakat telah memasang spanduk peringatan bahaya buaya di beberapa titik pesisir. Selain itu, BKSDA juga berencana melakukan patroli malam untuk memastikan tidak ada pergerakan buaya lain di wilayah tersebut.

“Kami akan melakukan pengawasan bersama nelayan dan masyarakat agar kejadian ini tidak terulang,” tambah Dahrum.

Pemerintah desa juga mengingatkan agar anak-anak dan remaja tidak lagi bermain air di teluk, terutama pada pagi dan sore hari ketika buaya sering muncul ke permukaan.


Warga Minta Relokasi Buaya

Beberapa warga meminta agar buaya yang menyerang segera ditangkap dan direlokasi ke habitat lain. Mereka khawatir kejadian serupa bisa menimpa nelayan atau anak-anak yang sering bermain di pesisir.

“Kami takut kalau buayanya masih di sekitar sini. Kami harap ada tindakan cepat,” ujar warga lainnya, Nurhidayah.

Hingga berita ini diturunkan, Rifaldi masih menjalani perawatan intensif namun dalam kondisi stabil. Sementara itu, petugas BKSDA dan BPBD terus memantau pergerakan buaya di sekitar Teluk Ngapaloka.

telkomsel

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

No More Posts Available.

No more pages to load.