,

Tanggapi Tayangan yang Diskreditkan Pesantren, Menag: Pesantren adalah Benteng Moral Bangsa

by -1957 Views

News Lalabata – Menteri Agama (Menag) Yaqut Cholil Qoumas menanggapi beredarnya sebuah tayangan di media sosial yang dinilai mendiskreditkan lembaga pesantren.

Menag Harap Pesantren dan Santri Jadi Benteng Ideologi Bangsa
Tanggapi Tayangan yang Diskreditkan Pesantren, Menag: Pesantren adalah Benteng Moral Bangsa


Dalam pernyataannya di Jakarta, Kamis (16/10/2025), Menag menegaskan bahwa pesantren adalah benteng moral bangsa dan memiliki peran strategis dalam membentuk karakter generasi muda Indonesia.

Baca Juga : Dua Warga Negara Asing Ditunjuk Jadi Direktur Garuda Indonesia

“Pesantren bukan hanya tempat belajar agama, tetapi juga lembaga pembentuk akhlak, kejujuran, dan tanggung jawab sosial. Karena itu, kita semua harus berhati-hati dalam menilai dan menyebarkan konten yang menyesatkan publik,” ujar Yaqut.

Menag menilai tayangan yang belakangan viral itu berpotensi menimbulkan stigma negatif terhadap pesantren, padahal lembaga pendidikan Islam tersebut telah terbukti berkontribusi besar dalam pembangunan bangsa.

Pesantren Telah Melahirkan Banyak Tokoh Nasional

Yaqut menekankan bahwa sejarah panjang Indonesia tidak bisa dilepaskan dari peran besar para ulama dan santri.
Sejak masa perjuangan kemerdekaan, pesantren telah menjadi pusat gerakan kebangsaan dan tempat lahirnya tokoh-tokoh penting dalam bidang pendidikan, sosial, hingga politik.

“Dari pesantren lahir para pejuang, ulama, dan pendidik yang mengabdikan diri untuk kemajuan negeri ini. Menyerang pesantren sama saja dengan melemahkan akar moral bangsa,” kata Menag.

Ia juga mengajak masyarakat untuk melihat pesantren secara objektif, bukan melalui potongan-potongan video yang bisa disalahartikan.
Menurutnya, banyak pesantren kini telah bertransformasi menjadi lembaga pendidikan modern yang tetap menjaga nilai-nilai keislaman dan kebangsaan.

Kemenag Akan Lakukan Penelusuran dan Edukasi Media

Terkait tayangan tersebut, Kementerian Agama menyatakan akan melakukan penelusuran terhadap sumber dan konteks penyebaran konten yang dianggap mendiskreditkan pesantren.
Selain itu, Kemenag berencana mengintensifkan program literasi digital dan edukasi media bagi para santri dan pengelola pondok pesantren.

“Kami akan memperkuat kemampuan literasi digital di kalangan santri, agar mereka mampu menghadapi tantangan informasi di era digital dengan cerdas dan produktif,” jelas Yaqut.

Kemenag juga berkoordinasi dengan Kominfo dan KPI untuk meninjau konten-konten yang dinilai menyesatkan atau berpotensi merusak citra lembaga keagamaan.

Pesantren Jadi Garda Depan Moderasi Beragama

Dalam konteks kebangsaan, Menag menyebut pesantren sebagai garda terdepan moderasi beragama.
Melalui kegiatan pembelajaran dan dakwahnya, pesantren berperan penting dalam menjaga kerukunan antarumat beragama serta menanamkan nilai toleransi di tengah masyarakat.

“Pesantren selalu mengajarkan cinta tanah air, persaudaraan, dan toleransi. Prinsip inilah yang menjadikan Indonesia tetap kokoh sebagai bangsa yang majemuk,” tambahnya.

Menag berharap masyarakat tidak mudah terprovokasi oleh isu-isu yang melemahkan lembaga pendidikan Islam.
Sebaliknya, semua pihak perlu berkolaborasi menjaga kehormatan pesantren sebagai pusat pendidikan karakter dan spiritual bangsa.

Santri dan Alumni Didorong Jadi Teladan

Yaqut juga mengajak para santri dan alumni pesantren untuk menjadi teladan dalam bermedia sosial dengan menyebarkan pesan damai dan edukatif.
Menurutnya, kehadiran generasi muda pesantren di ruang digital dapat menjadi penyeimbang terhadap arus informasi negatif yang kian marak.

“Santri harus menunjukkan bahwa mereka bukan hanya kuat di bidang agama, tetapi juga cerdas dan produktif di dunia digital,” pungkas Menag.

telkomsel

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

No More Posts Available.

No more pages to load.