, ,

Terowongan Rel Kereta Api Jadi Kolam, Jalan Poros Bungi–Matajang Barru Tak Bisa Dilewati

by -1513 Views

News Lalabata Hujan deras yang mengguyur wilayah Kabupaten Barru, Sulawesi Selatan, sejak Minggu malam (26/10/2025) menyebabkan genangan air setinggi hampir dua meter di terowongan rel kereta api yang berada di jalur poros Bungi–Matajang. Akibatnya, akses jalan utama yang menghubungkan dua wilayah tersebut tidak dapat dilalui kendaraan hingga Senin (27/10/2025).

Jeritan Guru di Barru, Tiap Tahun Berhadapan dengan Banjir di Poros Bungi- Matajang - WARTA.CO.ID
Terowongan Rel Kereta Api Jadi Kolam, Jalan Poros Bungi–Matajang Barru Tak Bisa Dilewati

Warga setempat menyebut kondisi terowongan itu kini bak kolam besar. Air yang menggenang tak kunjung surut karena sistem drainase di sekitar lokasi tidak berfungsi optimal. “Air mulai naik sejak dini hari dan makin dalam pagi ini. Motor dan mobil sudah tidak bisa lewat,” kata Rasyid, warga Desa Bungi.

Baca Juga : Jeritan Guru di Barru, Tiap Tahun Berhadapan dengan Banjir di Poros Bungi-Matajang

Terowongan yang menjadi lintasan bawah jalur kereta api Makassar–Parepare itu merupakan salah satu akses vital bagi warga menuju pusat Kecamatan Barru dan daerah pesisir. Namun, sejak banjir terjadi, pengendara terpaksa memutar arah sejauh lebih dari 10 kilometer melalui jalur alternatif.

Menurut pantauan di lapangan, air menggenang sepanjang lebih dari 50 meter dengan kedalaman bervariasi antara 1 hingga 2 meter. Sejumlah kendaraan yang nekat menerobos terpaksa berhenti di tengah karena mesin mati. “Sudah ada beberapa motor yang mogok, jadi warga tidak berani lewat lagi,” ujar Rasyid.

Kepala BPBD Barru, H. Sudirman, mengatakan pihaknya sudah berkoordinasi dengan Dinas Pekerjaan Umum untuk menurunkan pompa air dan memperbaiki aliran drainase di sekitar terowongan. “Kami akan lakukan penyedotan air dan pembuatan saluran sementara agar genangan bisa segera surut,” katanya.

Ia menjelaskan, curah hujan tinggi beberapa hari terakhir memperparah kondisi karena air dari area perbukitan di sekitar rel ikut mengalir ke titik terendah di terowongan. “Ini bukan kali pertama terjadi. Kami akan evaluasi sistem drainase agar kejadian seperti ini tidak terulang,” tambahnya.

Selain mengganggu aktivitas warga, banjir di lokasi juga menimbulkan antrean panjang kendaraan dari dua arah. Petugas kepolisian telah memasang rambu peringatan dan menutup sementara akses jalan menuju terowongan hingga situasi aman.

Pemerintah daerah mengimbau masyarakat agar sementara menggunakan jalur alternatif dan tetap berhati-hati selama cuaca ekstrem masih melanda. “Kami terus memantau kondisi di lapangan dan berupaya menormalisasi jalur secepat mungkin,” ujar Sudirman.

Hingga Senin sore, genangan air di terowongan rel kereta api Bungi–Matajang masih belum surut sepenuhnya, dan petugas masih bekerja membersihkan sumbatan di saluran air yang tersumbat lumpur. Pemerintah menargetkan akses jalan kembali normal dalam waktu satu hingga dua hari ke depan.

telkomsel

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

No More Posts Available.

No more pages to load.