, ,

Viral Ketua DPRD Bulukumba Diminta Turun dari Mimbar Gegara Baca Teks Saat Demo

by -2594 Views

News Lalabata — Sebuah video yang menampilkan Ketua DPRD Bulukumba diminta turun dari mimbar saat menemui massa aksi demo menjadi viral di media sosial. Kejadian ini terjadi ketika massa menilai pimpinan dewan tidak menyampaikan aspirasi secara langsung, melainkan hanya membacakan teks resmi.

Mahasiswa Demo DPRD NTB Minta Laporan terhadap 6 Rekannya Dicabut
Viral Ketua DPRD Bulukumba Diminta Turun dari Mimbar Gegara Baca Teks Saat Demo

Insiden tersebut bermula ketika Ketua DPRD Bulukumba naik ke mimbar untuk memberikan pernyataan. Namun, massa yang berkumpul di halaman kantor DPRD langsung bersorak dan memprotes karena ia membaca teks sambutan, bukan berbicara spontan menanggapi tuntutan warga.

Baca Juga : Pelajar di Gowa Tewas Usai Motornya Ditabrak dari Belakang, 3 Lainnya Kritis

Sorakan Massa Aksi

Massa aksi yang mayoritas berasal dari kalangan mahasiswa dan aktivis menilai sikap Ketua DPRD tidak mencerminkan keseriusan dalam mendengarkan aspirasi rakyat.

“Kami datang untuk berdialog, bukan mendengar teks yang sudah disiapkan. Ketua DPRD seharusnya bicara dari hati, bukan dari kertas,” teriak salah seorang orator aksi.

Sorakan keras membuat suasana sempat memanas. Sejumlah demonstran bahkan mendesak Ketua DPRD segera turun dari mimbar agar dialog bisa dilakukan lebih terbuka.

Respons Ketua DPRD

Meski sempat terjadi ketegangan, Ketua DPRD Bulukumba akhirnya menurunkan nada bicara dan berusaha menjelaskan posisinya. Ia mengaku membaca teks agar pernyataan resmi dapat tercatat dan tidak menimbulkan salah tafsir.

“Saya memahami aspirasi teman-teman. Membacakan teks bukan berarti menghindar, tetapi untuk memastikan pernyataan ini bisa dipertanggungjawabkan secara kelembagaan,” ujarnya.

Viral di Media Sosial

Rekaman kejadian itu dengan cepat menyebar di berbagai platform media sosial dan memicu beragam komentar. Sebagian netizen menilai sikap massa terlalu emosional, sementara yang lain mendukung aksi protes karena menganggap DPRD harus lebih terbuka dan responsif terhadap tuntutan rakyat.

Situasi Berjalan Terkendali

Meski sempat panas, aksi demonstrasi akhirnya tetap berjalan damai setelah perwakilan DPRD menyatakan siap menampung seluruh tuntutan dan membawa aspirasi tersebut ke forum rapat resmi. Aparat kepolisian yang berjaga memastikan situasi tetap kondusif hingga massa membubarkan diri.

telkomsel

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

No More Posts Available.

No more pages to load.