News Lalabata — Wakil Bupati Pinrang, H. Usman Marham, mengimbau masyarakat untuk meningkatkan kewaspadaan terhadap berbagai modus penipuan yang marak terjadi, baik melalui media sosial, telepon, maupun pesan singkat. Imbauan ini disampaikan menyusul meningkatnya laporan warga terkait tindak penipuan yang merugikan secara finansial maupun moral.

Modus Penipuan Semakin Beragam
Menurut Wabup Usman, pelaku penipuan saat ini semakin canggih dalam melancarkan aksinya. Mereka kerap menggunakan identitas palsu dengan mengatasnamakan pejabat, aparat, bahkan keluarga korban untuk mendapatkan keuntungan
Baca Juga : Pemkab Luwu Timur Dampingi LPH LPPOM Sulsel
“Banyak laporan yang masuk ke pemerintah maupun aparat kepolisian mengenai penipuan berkedok hadiah, lowongan kerja, atau permintaan transfer uang. Kami minta masyarakat agar lebih berhati-hati,” ujarnya.
Imbauan untuk Masyarakat
Wabup Pinrang menekankan agar masyarakat tidak mudah percaya pada informasi yang belum jelas kebenarannya. Jika menerima pesan mencurigakan, warga diharapkan melakukan verifikasi lebih dulu melalui saluran resmi atau melapor langsung kepada pihak berwenang.
“Jangan terburu-buru mengambil keputusan, apalagi jika diminta mengirimkan sejumlah uang. Lakukan pengecekan dan konfirmasi kepada pihak terkait,” tambahnya.
Peran Pemerintah dan Aparat
Pemerintah Kabupaten Pinrang bekerja sama dengan aparat kepolisian untuk meningkatkan sosialisasi mengenai bahaya penipuan digital. Melalui program literasi digital, masyarakat akan diberikan pemahaman tentang cara mengenali ciri-ciri penipuan dan langkah pencegahannya.
Kapolres Pinrang juga menegaskan bahwa pihaknya terus menindaklanjuti laporan masyarakat terkait kasus penipuan. Pelaku yang terbukti melakukan tindak kejahatan akan diproses sesuai hukum yang berlaku.
Harapan ke Depan
Dengan meningkatnya kewaspadaan masyarakat, Pemkab Pinrang berharap angka korban penipuan dapat ditekan. Selain itu, edukasi berkelanjutan diharapkan mampu membentuk masyarakat yang lebih cerdas dan kritis dalam menghadapi informasi digital.
“Kesadaran bersama menjadi kunci. Jika masyarakat kuat, maka ruang gerak penipu semakin sempit,” tutup Wabup Usman.










