,

Waspadai Bediding di Musim Kemarau: Suhu Dingin Bisa Picu Gangguan Kesehatan

by -2683 Views

News Lalabata– Memasuki puncak musim kemarau, fenomena bediding atau suhu dingin pada malam hingga dini hari kembali dirasakan di sejumlah daerah pegunungan dan dataran tinggi di Indonesia. Fenomena ini terjadi akibat pergerakan massa udara kering yang membuat langit cerah, sehingga suhu udara turun drastis. Meski terasa sejuk, masyarakat diminta tetap waspada karena bediding dapat memicu gangguan kesehatan.

Musim Bediding, Ini Penyakit yang Sering Muncul dan Tips Agar Tetap Fit
Waspadai Bediding di Musim Kemarau: Suhu Dingin Bisa Picu Gangguan Kesehatan

Apa Itu Bediding?

Bediding merupakan istilah lokal yang sering digunakan di Jawa dan Bali untuk menyebut kondisi suhu dingin ekstrem pada malam hingga pagi hari saat musim kemarau. Fenomena ini biasanya terjadi di daerah dataran tinggi seperti Dieng, Batu, Malang, hingga sebagian wilayah Bali dan Nusa Tenggara.

Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) menjelaskan, suhu pada saat bediding bisa turun hingga 10–14 derajat Celcius, bahkan di beberapa titik lebih rendah. Kondisi ini dipengaruhi minimnya tutupan awan sehingga radiasi panas bumi langsung terlepas ke atmosfer.

Baca Juga : Sapi Berkepala Dua Lahir di Sinjai Sulsel, Mati 30 Menit Usai Dilahirkan


Dampak Kesehatan yang Perlu Diwaspadai

Meski sering dianggap hal biasa, bediding dapat menimbulkan beberapa masalah kesehatan. Dokter umum di RSUD setempat mengingatkan, suhu dingin berlebih bisa memicu:

  • Infeksi saluran pernapasan atas (ISPA) akibat penurunan daya tahan tubuh.

  • Hipotermia terutama pada bayi, anak-anak, dan lansia.

  • Kulit kering dan iritasi karena kelembapan udara rendah.

  • Peningkatan risiko serangan asma pada penderita yang sensitif terhadap perubahan cuaca.

“Kelompok rentan seperti balita, lansia, dan penderita penyakit kronis perlu mendapat perhatian khusus saat fenomena bediding berlangsung,” ujarnya.


Cara Mencegah Dampak Bediding

Untuk mengurangi risiko kesehatan, masyarakat disarankan:

  • Mengenakan pakaian hangat saat malam dan dini hari.

  • Menggunakan selimut tebal saat tidur.

  • Mengonsumsi makanan bergizi serta cukup cairan untuk menjaga daya tahan tubuh.

  • Menghindari aktivitas luar ruangan terlalu lama pada malam hari.

  • Segera memeriksakan diri jika mengalami gejala seperti batuk, demam, atau sesak napas.


Penutup

Fenomena bediding di musim kemarau memang sudah menjadi hal wajar di beberapa daerah Indonesia. Namun, masyarakat diingatkan untuk tidak menyepelekannya karena suhu dingin ekstrem dapat berdampak serius bagi kesehatan, terutama bagi kelompok rentan. Dengan langkah pencegahan yang tepat, risiko gangguan kesehatan bisa diminimalisir.

telkomsel

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

No More Posts Available.

No more pages to load.